Sejarah Syahbandar Kari Madi (Bagian 5)

Standard

4. FASE KEEMPAT (TERJADINYA PERADABAN DARATAN)

Setelah hilang dan berakhirnya Peradaban Lautan dan pola Kehidupan Manusia pada waktu itu sudah mulai menyebar di semua jazirah Daratan termasuk daerah Dataran Tinggi atau Pegunungan dan daerah Dataran Rendah atau Daratan ramai.

Maka mulailah saat itu Daratan jadi ramai, sehingga terjadi pola suatu pola Budaya dan Peradaban yang sesuai dengan kondisi yang ada di Daratan pada waktu itu.

Dan saat itu pula maka sejarah perjalanan dari Peradaban di muka Bumi sudah bisa diabadikan dalam sebuah tulisan alias sudah bisa dicatat oleh sejarah, karena banyak bukti-bukti sejarah Peradaban tersebut yang masih bisa dicatat.

Sedangkan bukti-bukti dari sisa Peradaban Lautan tidak bisa tercatat karena sudah banyak yang tenggelam di Lautan, alias hilang tidak berbekas.

Fase proses Energi kejadian Syahbandar Kari Madi keempat ini adalah fase Peradaban Daratan dimana terbagi menjadi Peradaban yang ada di Dataran Rendah alias Daratan ramai dan Peradaban yang ada di Dataran Tinggi alias Pegunungan.

Setelah terjadinya kedua Peradaban tersebut membentuk suatu kekuasaan dengan wilayah kekuasaan masing-masing, maka terjadi pula perseteruan kekuasaan antara Dataran Rendah dengan Dataran Tinggi dengan eksploitasi kekuasaan barbar di antara kekuasaan di kedua wilayah tersebut.

Dengan munculnya Penguasa-Penguasa Dataran Tinggi dan Dataran Rendah yang sudah tidak terkendali pada waktu itu, dan sifat arogan mereka mulai merendahkan nilai-nilai etika Kehidupan dan Kemanusiaan, baik itu nilai Budaya atau nilai Agama yang telah ada pada saat itu, mereka telah menjadikan nilai-nilai tersebut hanya dijadikan keyakinan-keyakinan seremonial belaka atau dijadikan sebagai media atau instrumen guna mengeksploitasi kekuasaan mereka melalui cara yang tidak beradab, sehingga pada saat itu muncullah Energi AMA untuk menyelesaikan konflik pada Daratan.

Yaitu dengan diakhirinya pertarungan kedua tokoh Dataran antara tokoh Dataran Tinggi atau Pegunungan disebut Bang Kari sebagai jago membuat orang mati dengan perasaan nyeri, dengan jago Dataran Rendah alias wilayah ramai yang disebut Bang Madi sebagai jago pukul yang handal cepat membuat orang mati pula.

Dan pertempuran tersebut tidak ada yang mengetahui siapa pemenangnya.

Di sinilah mulai dikatakan Energi Kami adalah Energi Syahbandar Kari Madi berdasarkan kekuatan AMA Syahbandar di Lautan, Bang Kari di Pegunungan, Bang Madi di Daratan.

Jadi untuk terjadinya pertarungan besar di daerah Cianjur wilayah Sukabumi, tepatnya ini, disutradarai oleh seorang juragan penghulu KH. Mama’ Mansyur sebagai seorang Ulama besar di Jawa Barat pada saat itu, dimana Beliau mengkonsepkan terjadinya pertarungan ketiga jagoan tersebut.

Karena waktu itu Beliau merasa terusik oleh kedatangan 3 tokoh jagoan tersebut, sehingga Energi AMA melalui media seorang anak muda berperawakan sangat sederhana dan disaksikan oleh para tokoh dunia persilatan dan pemegang kekuasaan namun pada akhirnya dalam kejadian tersebut semua saksi mata meninggal dunia, karena terimbas oleh setrum kekuatan Energi kesaktian mereka, yaitu pada saat ketiga jagoan tersebut terjadi pertarungan hebat selama tujuh hari tujuh malam.

Termasuk KH. Mama’ Mansyur itu sendiri sampai lelah ketiduran menyaksikan kehebatan dan lamanya pertarungan mereka.

Dimana ketiga tokoh tersebut akhirnya hilang atau lenyap musnah tanpa ada bukti jasad yang tertinggal dan tidak diketahui siapa pemenangnya.

Konon katanya kedua tokoh Daratan tersebut kalah oleh AMA Syahbandar dari Lautan.

Itulah latar belakang dari sebutan istilah Syahbandar Kari Madi sebagai latar belakang sejarah dalam proses perjalanan terbentuknya sisi-sisi Peradaban yang pernah ada di muka Bumi, dan sampai detik ini kekuatan Energinya masih berpengaruh kuat di dalam mengendalikan situasi dan kondisi Kehidupan kita sekarang ini.

Rahasia inilah yang belum terbuka sebagai sebuah misteri Kehidupan yang turut menentukan Visi-Misi Kehidupan di muka Bumi ini.

Dan Kehidupan ini harus mampu menyesuaikan diri dengan sifat dan keinginan ketiga tokoh pendahulu terkemuka yang sangat sakti dan berhasil menjadi pendahulu dalam perjalanan peran mereka dalam proses terjadinya Peradaban Manusia di muka Bumi ini.

Terhadap tokoh-tokoh di Bumi adalah tugas kita pertama untuk mengembalikan ketokohan mereka untuk menjadikan Jati Diri Syahbandar Kari Madi, sebagai penghormatan atas perjuangan ketiga tokoh terdahulu yang telah mengawali perjalanan sejarah Kehidupan kita.

Ketiga tokoh terdahulu tersebut sebagai pendahulu yang telah menciptakan Peradaban yang didasari oleh kekuatan Energi atau kekuatan Hati atau kekuatan Spiritual mereka, sehingga dengan niat dan Izin Restu mereka sebagai Leluhur Manusia terdahulu yang telah berhasil meletakkan dasar Kehidupan dan terciptanya Peradaban Manusia di muka Bumi ini, supaya kita bisa menjalani Kehidupan yang akan datang kondisi kita jadi enak dan tenang penuh kedamaian, setelah direstui oleh mereka.

Tugas kita kedua untuk mencari apa dan bagaimana Visi-Misi AMA Syahbandar, Bang Kari serta Bang Madi sebagai Leluhur yang masih berperan dan punya peranan kuat akan Energi Mereka di dalam mengendalikan Kehidupan ini, dimana Beliau-Beliau itu adalah sebagai Guru Batin kita bersama.

Sehingga dengan demikian kita akan hidup di muka Bumi ini menjadi aman atas restu dan ridho dari Beliau.

Tentunya dengan melalui pola persesuaian atau persenyawaan dengan Empat Unsur Alam sesuai dengan apa yang diimplementasikan oleh Keilmuan Syahbandar Kari Madi.

Kenapa wilayah tempat bertarungnya ketiga tokoh tersebut di Cianjur?

Yaitu karena keterlanjuran dari sebab adanya pertarungan tersebut.

Dan kenapa sejarah yang khusus ini tidak bisa tercatat dalam cerita legenda sejarah leluhur kita terdahulu?

Karena mereka sebagai golongan-golongan Manusia berjiwa besar dan sangat mungkin jika tidak bisa disaksikan atau dicatat dalam sejarah Manusia biasa.

Karena laku lampau mereka memiliki suatu sifat perilaku hikmah yang sangat tinggi dan luhur.

Akhirnya dalam Kehidupan ini kembalilah kita ke akhir dari proses kejadian Manusia masing-masing sehingga berkembanglah Peradaban Globalisasi dengan spesifikasi sesuai dengan tempat, karakter dan sifat Alam geografisnya masing-masing.

Seperti Peradaban Cina terkenal ahli filsafat kehidupan, Peradaban Amerika sebagai ahli teknokrat, Peradaban Yunani terkenal dengan akrobat, Peradaban Rusia menjadi telah kiamat dan banyak hikmah, Peradaban Arabia terkenal dengan nilai agamisnya melalui perilaku shalat, Peradaban Nusantara dikenal dengan Budaya Silat dan syafa’at.

Dan semua itu akan kembali dikendalikan oleh Energi AMA Syahbandar Kari Madi sebagai Pemilik Kehidupan dan Energi yang membentuk kejadian dimensi Kehidupan di Alam Bumi ini.

5. FASE KELIMA (PERADABAN GLOBALISASI)

Perkembangan Energi Syahbandar Kari Madi versi kelima dalam sekarang atau di Era Globalisasi dan zaman keterbukaan ini, dimana masing-masing kelompok kejadian Manusia telah teramat sangat istimewa berkarya untuk menata ini Dunia, yang masih dalam kurungan koriidoor sistem (kuasa dan dhuafa, kaya dan miskin, konsep lara dan pati, bermartabat dan terhina dan lain sebagainya).

Kita harus berani memulai zaman Peradaban tinggi atau luhur dimana sistem Kekhalifahan dengan motto Surga yang “Insun Rahayu Balarea Waluya” (yaitu mengandung arti: “Kami Selamat, Kalian Semua Pasti Termuliakan”).

Untuk mencapai dan demi terciptanya keadaan seperti itu, maka Energi AMA Syahbandar Kari Madi sebagai solusi Kehidupan, atas dasar takdir turun sebagai petunjuk Ilahi di bawah pimpinan seorang Guru Batin yaitu: Guru Besar Lima Syahbandar Kari Madi (disebut: GB.V.SKM) sebagai peletak dasar tatanan Keilmuan handal-profesional dan universal, dengan maksud dan tujuan memberi tujuan formula Inti Jurus Lima Syahbandar Kari Madi yang dimiliki dan diamalkan oleh AMA Syahbandar Kari Madi dalam proses persenyawaan dengan Empat Unsur Alam sebagaimana dalam versi kedua untuk membentuk zaman baru dan yang akan datang bermottokan “Insun Rahayu Balarea Waluya” di seluruh penjuru Dunia, atas dasar pemberi Izin Global dari Pemilik Bumi Pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *