Sejarah Syahbandar Kari Madi (Bagian 4)

Standard

2.1 Konsep Program AMA Pada Kejadian Dimensi Manusia

Konsep AMA dalam menciptakan tatanan Kehidupan di muka Bumi ini, yaitu dengan menciptakan 5 kejadian Manusia sebagai pengisi tatanan dan infrastruktur Bumi ini.

Lima kejadian Manusia tersebut di antaranya adalah:

2.1.1. Kejadian Manusia Tionghoa (Peradaban Cina)

Kejadian Manusia golongan ini berada di daratan Cina pada benua Asia di Bumi ini.

Ciri dan orientasi kehidupannya adalah berpatokan kepada mengolah potensi Alam, terutama sekali perhatiannya kepada sifat-sifat budaya agraris atau ahli mengelola pertanian alias peradaban mereka lebih berorientasi kepada Alam mainded.

2.1.2. Kejadian Manusia Amerika (Peradaban Barat)

Kejadian Manusia golongan sangat luas penyebarannya, terutama banyak hidup di daratan Amerika dan Eropa, jenis etnisnya pun juga cukup banyak dan kebanyakan dari bangsa kulit putih dan keturunan Yahudi.

Ciri dan orientasi peradaban golongan ini adalah senang mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai alat atau instrumen terhadap perkembangan Peradaban Kehidupan mereka.

Jadi Kehidupan Manusia Amerika berorientasi kepada iptek sebagai Manusia Teknokrat.

2.1.3. Kejadian Manusia Indonesia (Peradaban Nusantara)

Kejadian Manusia Indonesia yang bertempat di Daratan Nusantara dimana asal-usulnya Daratan tersebut asalnya satu dan terpecah akibat meluapnya Air Lautan.

Ciri dan orientasi golongan ini kepada Peradaban keyakinan Spiritual.

Cirinya masih banyak acara Ritual Peradaban mereka yang berbau Magis dan Sakral.

Dan dari golongan kita juga yang memang dipasrahi sebagai pemegang kekuatan Spiritual (Ilmu Batin dan Gaib Tertinggi) di muka Bumi ini.

Mankannya Ilmu SKM (Syahbandar Kari Madi) turun di Indonesia yang memiliki wadah Spiritual yang tinggi dan kuat sehingga dilambangkan dengan warna hitam yang mengandung makna Misteri Ilahi.

2.1.4 Kejadian Manusia Rusia (Peradaban Rusia)

Kejadian Manusia dari golongan ini berada atau Hidup di Daratan benua Rusia yang mayoritas memiliki struktrur geografis dekat kutub dan bermusim salju.

Ciri dan orientasi Peradaban mereka adalah Mahkluk Manusia yang penuh rahasia, bahkan sistem yang diciptakan dalam Kehidupan Peradaban mereka dalam management system yang sangat rahasia pula dan terkenal dengan budaya sistem agen rahasia, artinya golongan Manusia yang penuh rahasia.

Tidak seorang pun mengetahui maksud dari Kehidupan orang Rusia hingga saat ini masih menjadi Rahasia yang belum diketahui.

2.1.5 Kejadian Manusia Arabia (Peradaban Arabia)

Kejadian Manusia dari golongan ini berada atau Hidup di Daratan benua Asia bagian barat (Semenanjung Arabia), kebanyakan dari golongan Bangsa Arab.

Yaitu ciri dan orientasi Peradaban mereka adalah Orientasi Manusia Agama.

Terkadang dikatakan aliran golongan putih (sesuai agama atau aturan hidup dalam Peradabannya).

Sifat dari kelompok Manusia tersebut disesuaikan dengan karakter dan geografis kelompok masing-masing lapisan Energi AMA yang mengkonsepkan kejadian mereka ke arah itu.

Sehingga akhirnya kelima kejadian kelompok Manusia tersebut terpaksa harus kembali kepada Energi AMA sebagai yang mensutradarai kejadian mereka.

3. FASE KETIGA (TERJADINYA PERADABAN LAUTAN)

Setelah sejarah kejadian Manusia berkembang pada saat itu dan Kehidupan Bumi mulai ramai, maka terjadilah suatu kebiasaan Kehidupan atau Budaya Peradaban terbentuk secara alami.

Maka sejak saat itulah mulai terbentuknya Peradaban Manusia.

Tentunya Kehidupan Manusia pertama kali bertempat di pesisir atau daerah pantai tepi Lautan, karena pada saat itu yang lebih bisa terjadinya satu kehidupan Manusia, cuma di tepi pantai atau yang disebut pesisir dengan orientasi Peradaban Lautan.

Dimana pada saat itu adalah tidak mungkin apabila mereka memilih kehidupan di Daratan ataupun di Pegunungan karena Daratan dan Pegunungan pada saat itu masih berupa hutan belantara dan masih sangat berbahaya dijadikan tempat Kehidupan mereka, sedang akal dan pengetahuan dari pengalaman mereka masih belum mampu untuk mengolah potensi Daratan.

Kalau di Lautan sangat mudah dilakukan untuk sekedar berkarya membuat perahu dari kayu sebagai alat transportasi baik untuk mencari potensi hasil Lautan, atau pun sekedar suatu mencari kondisi lain antar pulau dan kepentingan yang lain.

Dan hal ini mereka lakukan sesuai dengan naluri alami Kehidupan yang berjalan apa adanya.

Maka dengan semakin ramainya Kehidupan, mulailah muncullah fase Peradaban Lautan yang mana kekuatan mereka adalah menjadi jago-jago tempur Lautan dalam ekspansi kekuasaan mereka.

Dan terbentuklah Peradaban saat itu dengan ciri sentralisasi kekuasaan jago Laut, dimana kekuasaan mereka berpusat di kapal-kapal.

Selain itu, jago Laut tersebut sangat terkenal dengan suatu kekuatan bermagis, mereka sangat ahli strategi dengan kondisi dengan pertahanan Kelautan (Maritime).

Jazirah-jazirah kekuasaan mereka adalah seluas Lautan, dimana mereka telah menyatakan diri bahkan mengakui bahwa mereka itu sebagai Maha Raja Penguasa Lautan yang kurang lebih kekuasaannya tiga perempat dari pada seluruh permukaan Bumi ini, atas dasar wilayah atau tempat kekuasaan Penguasa Lautan yang memang benar-benar menjadi Raja Penguasa Lautan.

Akan tetapi setelah perjalanan sejarah kemasyhuran dari kejayaan Manusia dalam Peradaban Lautan, dan oleh sebab suatu kondisi pada saat itu, jago-jago Lautan tersebut saling berebut kekuasaan dengan mengadu kekuatan magis masing-masing, sehingga Kehidupan Peradaban berubah menjadi Peradaban barbar, arogan dan tidak bisa dikendalikan lagi.

Karena sebab itulah, maka muncul Energi AMA saat itu untuk memberhentikan pola sikap Peradaban Lautan tersebut yang tidak sesuai dengan nilai Nurani Luhur Kemanusiaan, dan yang mengakibatkan kehancuran Jati Diri Mahkluk Yang Paripurna.

Dengan diakhiri pertarungan Energi AMA yang muncul melalui media seorang anak muda berperawakan sederhana yang kita sebut sebagai AMA Syahbandar, mengalahkan Kemaharajaan Penguasa Lautan yang menganggap dirinya siap menjadi Penguasa Alam.

Sehingga pada waktu itu klimaks dari kekalahan Penguasa Kemaharajaan Maritime tersebut merupakan akhir dan oleh anak muda tersebut, merupakan akhir dari hilangnya Peradaban di Lautan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *