Sejarah Syahbandar Kari Madi (Bagian 3)

Standard

2. FASE KEDUA (FASE TERCIPTANYA MAHKLUK PERTAMA)

Fase kedua adalah dari putaran Alam membentuk proses kejadian Alam yang dikatakan Dunia yang terdiri dari Empat Unsur Alam itu, juga akibat proses putaran Alam tersebut merupakan kehendak Energi Alam sebagai sifat anasir melalui Empat Unsur Alam, Energi tersebut mewujudkan Diri-Nya sehingga menyebabkan kejadian atau terciptanya Mahkluk Pertama yang terjadi oleh karena proses penyatuan putaran dari Energi Empat Unsur Alam itu di Bumi ini.

Dan Mahkluk Pertama ini kita namakan AMA, mengapa demikian?

Artinya Mahkluk yang mempunyai hak sebagai Pengendali Energi Kehidupan di Bumi ini, kata AMA mengandung makna sebagai Kekuatan Energi Awal – Menengah – Akhir, artinya AMA itu sendiri adalah sebuah Mahkluk yang memiliki Energi Pengendalian Awal, Menengah dan Akhir.

Dan Mahkluk ini berbentuk Energi namun eksistensi keberadaannya nyata, meskipun kita tidak melihatnya, atau kita tidak perlu menuntut terlalu mengkhayal seperti apa wujudnya, akan tetapi eksistensi keberadaannya sangat bisa diterima oleh Hukum Logika Metafisika.

Daripada kita harus memaksakan diri terhadap sesuatu hal akan tetapi kita masih belum bisa membuktikan secara nyata, metafisik dan Ber-Energi serta dapat diimplementasikan sebagai Izin dan Restu dalam Kehidupan ini kepada kita sebagai hamba yang dipercaya dari Pemilik Kehidupan ini.

Untuk bisa mengatur Kehidupan diri dan di luar diri kita sebagai tugas Kekhalifahan di muka Bumi ini.

Jadi kenapa Mahkluk tersebut kita namakan AMA?

Karena sebelum terjadi Mahkluk-Mahkluk lain di muka Bumi ini, kita harus sangat menghargai kerja dan jerih payah AMA sebagai Mahkluk yang berhasil menyeimbangkan diri dengan kehendak proses Alam yang terjadi di Bumi ini.

Jadi adanya kita karena adanya AMA yang berhasil menyesuaikan diri dengan putaran waktu & Alam Bumi ini.

Gerakan AMA dalam penyesuaian diri dengan Empat Unsur Alam di Bumi ini yang kita sebut sebagai Jurus Inti Syahbandar Kari Madi.

Gerakan AMA yang dapat menyesuaikan diri dengan gerakan Air sampai dirinya senyawa dengan Air dan terus dilakukan gerakan-gerakan dirinya sesuai dengan gerakan Air sampai benar-benar persenyawaan itu didapat.

Dan gerakan dirinya itu senyawa dengan unsur Air disebut Jurus Inti Satu (Jurus Inti Air) di dalam Perguruan (Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi).

Gerak persenyawaan dengan unsur Air ini AMA lakukan dalam kurun waktu kurang lebih 150 abad.

Dan terus penyesuaian itu dilakukan dalam ratusan abad, dimana AMA dengan tidak memiliki instrumen logika atau instrumen pengetahuan apapun, hanya dengan menggunakan naluri, karsa dan cipta pada saat itu terus menyesuaikan diri dengan Alam, dengan cara Dia melakukan cara gerak persenyawaan dengan unsur Alam.

Setelah melakukan gerak Air sekian ratus abad lalu melakukan gerak penyesuaian gerak seperti Api, sampai benar-benar AMA senyawa dengan gerakan unsur Api dan berhasil mengendalikan unsur Api yang ada di Alam Bumi ini.

Keberhasilan AMA memiliki kemampuan sebagai Pengendali Unsur Api, AMA berhasil mengangkat unsur panas Bumi ke atas atmosfir Bumi terbentuk proses kejadian terjadinya Matahari sebagai standarisasi keseimbangan sirkulasi Api atau panas Bumi, supaya dapat memberi tempat atau habitat terhadap adanya Kehidupan di muka Bumi.

Gerakan persenyawaan AMA dengan unsur Api ini berlangsung sekitar 270 abad lamanya.

Di dalam Perguruan (Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi) dinamakan Jurus Inti Dua (Jurus Inti Api).

Selanjutnya AMA juga melakukan gerakan menyesuaikan diri dengan unsur Bumi dalam ratusan abad juga sehingga Beliau benar-benar senyawa dengan gerak Bumi, ini dilakukan sekitar 420 abad.

Dan AMA berhasil bersenyawa dengan Bumi sehingga AMA dapat menyempurnakan kejadian bentuk Bumi seperti terjadinya permukaan Bumi menjadi wilayah tempat Kehidupan, seperti Lautan, Daratan dan juga terjadinya Dataran Tinggi yang disebut Pegunungan yang kesemuanya itu sebagai hasil persenyawaan AMA dengan unsur Bumi.

Di dalam Perguruan (Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi), gerakan persenyawaan AMA dengan unsur Bumi itu dinamakan Jurus Inti Tiga (Jurus Inti Bumi).

Juga setelah menyesuaikan diri dengan unsur Bumi, AMA juga melakukan penyesuaian diri dengan gerakan udara atau gerakan Angin.

Dimana setelah berhasil dalam tingkat persenyawaan dirinya dengan unsur Angin ini, AMA memiliki kemampuan mengendalikan gerakan Angin, dan AMA juga melakukan gerakan Angin sehingga AMA benar-benar senyawa dengan gerakan Angin.

Gerakan persenyawaan ini AMA lakukan sekitar dalam kurun waktu 570 abad, dan gerakan penyesuaian Beliau dengan unsur Angin ini dinamakan di dalam Perguruan (Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi) dengan Jurus Inti Empat (Jurus Inti Angin).

Setelah AMA betul-betul menjadi Mahkluk Pertama di Dunia, yang senyawa dengan Energi Dunia, sehingga adanya Beliau atas keberhasilan persenyawaan tersebut maka terlahirlah adanya kita.

Kalau AMA gagal dalam melakukan persenyawaan dengan Energi Alam yang barbar (bebas) dan tidak bisa dikendalikan itu, maka kita tidak bisa hidup enak di muka Bumi ini.

Lalu persenyawaan gabungan daripada kekuatan persenyawaan dengan Empat Unsur Alam itu, disatukan atau disenyawakan kembali dengan kekuatan Hati, dimana Beliau menjadi Mahkluk Pertama yang menguasai Alam dan pengendaliannya.

Gerakan menyatukan kekuatan Energi Empat Unsur Alam dengan kekuatan Hati AMA dilakukan dalam kurun waktu sekitar 580 abad lamanya.

Dimana Hati sebagai komando terhadap pengendalian tersebut.

Gerakan persenyawaan dengan Empat Unsur Alam yang telah menjadi Jurus Inti Satu, Jurus Inti Dua, Jurus Inti Tiga dan Jurus Inti Empat SKM (Syahbandar Kari Madi) disatukan kembali oleh kekuatan Hati tersebut dinamakan Jurus Inti Lima (Jurus Inti Gabungan).

Kalau Jurus Inti Satu, Jurus Inti Dua, Jurus Inti Tiga dan Jurus Inti Empat hanya berfungsi untuk pengendalian Empat Unsur Alam, maka Jurus Inti Lima SKM (Syahbandar Kari Madi) adalah Jurus Pengendalian Nyawa atau kekuatan Rohani, atas dasar kekuatan Empat Unsur Alam tersebut disatukan menjadi satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh AMA untuk berbagai kepentingan dengan konsep pengendalian Hati atau kekuatan Rohani.

Jadi kesimpulannya fase kedua adalah pembentukan Energi SKM (Syahbandar Kari Madi) membentuk Mahkluk Pertama yang kita sebut AMA (yaitu Energi Awal – Menengah – Akhir), entah bentuknya seperti apa mahkluk tersebut wallahu a’lam yang penting lebih mendekati adanya pengakuan seorang Mahkluk keberadaannya, karena sangat realistis kita mengakui keberadaan sesuatu atau seseorang atau kondisi sehingga suatu kondisi itu lebih menjadi milik kita.

Daripada kita mengkhayal yang bukan-bukan tanpa suatu alasan yang menjadi dasar.

Inilah suatu pembentukan sejarah yang realistis, natural dan bisa dipahami oleh konsep sekarang ini.

Mahkluk Pertama ini dalam proses kejadiannya sangat khusus dan sangat spesifik, kejadiannya adalah sendirian atau tunggal karena tidak ada mahkluk-mahkluk yang lain dalam proses kejadiannya yang bersama Dia.

Lalu dengan adanya Mahkluk Pertama inilah baru kemudian tercipta Mahkluk-Mahkluk yang lain sesuai daya cipta mereka dan lahirlah kita dari dimensi Manusia dengan putaran bersama Alam ini sehingga Dia sangat masuk akal bila Pencipta Empat Unsur Alam ini.

Jadi dengan keberhasilan Mahkluk Pertama mensenyawakan diri dengan Alam ini sehingga dia sangat masuk akal bila mencipta di Empat Unsur Alam ini terhadap apa yang akan dan harus terjadi dan akhir terjadi perjalanan Bumi ini.

Itulah konsep AMA tersebut.

Dimana mulai dari Mahkluk Pertama ini baru mulai ada penyebaran adanya berbagai Mahkluk Kehidupan yang terdiri dari 42 Dimensi, dimana kita masuk dalam dimensi yang terakhir.

Jadi kita sangat jauh dengan proses kejadian AMA tersebut.

AMA tidak menampakkan diri dalam dimensi-dimensi yang lain sebelumnya (masih menjadi misteri Ilahi) hanya pada dimensi kehidupan kita sekarang AMA hadir dan langsung mewarisi kita tentang sesuatu yang terbaik, yaitu tentang Ilmu Hidup atau Energi Kehidupan Syahbandar Kari Madi ini.

Dimana kita bisa melakukan sesuatu hal yang sama sebagaimana apa yang telah dan masih dilakukan oleh AMA itu sendiri sampai sekarang tentang bagaimana kita harus mensenyawakan diri dengan Energi Empat Unsur Alam, agar kita selalu Aji Diri dan Tahu Diri sehingga mampu menyelesaikan berbagai macam kepentingan dalam perjalanan Kehidupan kita di Dunia ini.

Demikian pula kita akan menjadi lebih percaya diri dengan adanya bukti-bukti selesainya persoalan dalam Kehidupan ini, karena kita pasti memiliki Jati Diri yang sebenarnya, dimana kita sebagai Mahkluk yang paling sempurna yang memiliki Empat Unsur Alam.

Dan kita diberi tugas memimpin terhadap seluruh unsur Kehidupan atau sebagai Khalifah di Bumi dengan tugas mengemban Visi dan Misi menciptakan suatu Tatanan Kehidupan Peradaban Luhur.

Dimensi-dimensi kehidupan lain di antaranya: Dimensi Leluhur, dan Dimensi Keluarga Leluhur, Dimensi Malaikat dan status jabatan sesuai dengan tugas masing-masing, Dimensi Iblis termasuk semua unsur keturunannya, Dimensi Siluman dan semua jenisnya, Dimensi Jin dan semua jenisnya termasuk genderuwo, drakula, tuyul, dan lain sebagainya, Dimensi Binatang dan klasifikasinya, Dimensi Tumbuhan dan lain sebagainya.

Dan Energi AMA setiap hari mengontrol Kehidupan mereka, dimana mereka bertempat di dalam dimensi-dimensi Bumi ini.

Di situ terciptanya perjalanan kehidupan dimensi-dimensi itu, namun bahasan kita dalam ruang ini kita batasi saja, meskipun keberadaan dimensi Kehidupan yang lain itu benar adanya akan tetapi yang perlu kita bahas atau tinjau adalah dimensi kita atau dimensi perjalanan Manusia di Bumi ini.

Energi AMA setiap saat selalu mengontrol perjalanan Kehidupan dimensi-dimensi Kehidupan itu, sehingga Kehidupan dimensi-dimensi itu pun tidak akan pernah lepas dari kekuasaan AMA.

Dengan demikian bagi Kehidupan kita yaitu bagi yang mendapat Izin dan Restu AMA sebagai Pemilik Kehidupan dan Pengendali dari Energi Alam, yang sekaligus sebagai pemegang hak Kehidupan pasti perjalanan Kehidupan Insan Syahbandar Kari Madi akan dijaga dan terjaga dalam situasi atau kondisi apapun dari segala niat yang tidak baik dari dimensi-dimensi dan unsur-unsur Kehidupan yang lain yang membahayakan atau mencelakakan kehidupan kita artinya kita akan Selamat dan Mulia dalam Kehidupan Lahir dan di mata Kehidupan Para Batin.

Jadi kesimpulan fase kedua adalah Energi Syahbandar Kari Madi membentuk Mahkluk Pertama yang menyesuaikan diri dengan Alam dan mampu mengendalikan Alam dengan kekuatan Hatinya.

Dimanakah AMA bersemayam?

Yaitu di dalam Bumi tentunya dan masih Hidup Energi Yang Kekal tidak bisa dimusnahkan.

Dan Insya Allah hanya ridho dalam naungan nama Syahbandar Kari Madi, Kehidupan kita bisa melakukan persesuaian dengan Alam, bisa senyawa dengan Alam sehingga kita benar-benar memahami apa maunya Alam, dan sesuai dengan kehendak Energi Pemilik Kehidupan dengan Izin & Restu AMA sehingga kita punya hak Kehidupan yang sebenarnya dan bisa hidup enak sebagai Tuan Rumah di Bumi ini.

Jadi Energi Syahbandar Kari Madi ini merupakan suatu kesimpulan dari kekuatan Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *