Sejarah Syahbandar Kari Madi (Bagian 2)

Standard

Adapun fase atau tahapan proses Energi Syahbandar Kari Madi sebagai Energi Kehidupan pembentuk Peradaban Dunia ini ada 4 fase, yaitu sebagai berikut:

FASE TERJADINYA UNSUR ALAM DAN KEHIDUPAN

1. FASE PERTAMA (FASE TERCIPTANYA 4 UNSUR ALAM)

Bahwa sebagaimana proses kejadian Alam oleh karena sebab adanya suatu kekuatan yang disebut Energi Kehidupan, atau dalam Perguruan (Paguron Candradimuka Sunda Besar Syahbandar Kari Madi) kita disebut Energi Syahbandar Kari Madi.

Energi ini adalah nyata bahkan aktif dan jelas eksistensi keberadaannya, dimana dalam proses perjalanan terjadinya adalah secara alami (natural).

Energi ini telah mengiringi dengan suatu gerakan yang datang dari segala penjuru dan membentuk sebuah putaran hawa atau udara, yaitu berupa putaran embun atau putaran uap Air, dan di sinilah pertama kali terciptanya unsur Air.

Selanjutnya Air terus berputar dengan Energi itu, dalam kurun waktu sangat lama sampai berjuta atau bermilyar tahun di Alam ini dan Energi ini hidup dan aktif bergerak secara teratur dan Kekal, sesuai rumus dari hukum Energi itu sendiri, bahwa setiap benda bergerak itu bergesek selalu menimbulkan panas, sehingga akibat lama putaran waktu yang semakin kuat gerak rotasi dari Energi itu bergesek akhirnya menghasilkan gumpalan Air panas yang membentuk lava.

Pada tingkat pembentukan tahap kedua ini terciptanya unsur Api.

Akibat oleh dan karena proses putaran Energi yang terus menerus Energi, maka terjadi suatu kondisi mampatan atau tekanan yang ditimbulkan oleh tarikan rotasi pada poros inti yang semakin kuat dan akibat terus meningkatnya temperatur panas yang sangat tinggi, kemudian lava atau magma yang terus aktif bergerak merapat dan saling mengikat dalam proses putaran itu, menyebabkan gumpalan Air dan Api itu semakin mengalami keseimbangan putaran dan terciptalah kerak Bumi sebagai unsur Tanah.

Ini terjadi dalam proses putaran evolusi berjuta-juta tahun bahkan bisa bermilyar tahun proses putaran kejadian.

Dalam tahap kejadian inilah dikatakan saat terciptanya unsur Bumi dan Energi ini terus aktif berputar stabil memutar setiap unsur yang tercipta karena terjadi proses kejadian Alam sebagaimana yang terjadi putaran tetap pada bagian Inti yang ada dalam perut Bumi, dan ternyata masih tetap berlangsung proses putaran Energi tersebut sampai saat ini.

Hasil proses putaran Air dan Api yang membentuk lava tersebut dalam putaran waktu ribuan abad akhirnya membentuk kerak atau lapisan yang mengeras, dan menjadi dasar terbentuknya lapisan-lapisan yang tersusun dalam struktur lapisan (sedimen) struktur Bumi.

Secara fisik tampak bagian luar kulit Bumi yang membentuk lekukan-lekukan seperti yang terjadi pada bagian permukaan Bumi tempat Kehidupan kita ini, seperti adanya Dataran Rendah dan Dataran Tinggi atau Pegunungan yang terbentuk secara teratur mengikuti keseimbangan putaran Energi ini.

Selain itu juga akibat adanya Energi rotasi (putaran) yang semakin menguat dan semakin seimbang, maka hasil akhir dari proses kejadian tersebut mengakibatkan adanya gesekan-gesekan yang terus-menerus antara kepadatan benda yang membentuk bagian unsur yang sudah menjadi padat dengan bagian lain yang masih membentuk materi hawa embun atau bagian unsur materi tipis yang belum yang masih belum memadat, maka muncullah Energi gerak materi hawa seperti udara atau gerak Angin karena dan oleh sebab gesekan rotasi (putaran) dari Energi itu sendiri.

Baik yang ada di luar pada permukaan Bumi ataupun yang ada di bagian dalam perut Bumi karena proses penguapan.

Energi ini bergerak menjadi unsur Angin atau udara dan terus bergerak sampai saat ini sesuai kondisi yang ada dalam kenyataan Bumi dengan segala sifat unsur sempurna yang dimilikinya.

Dengan demikian, maka kondisi Bumi pun telah lengkap tercipta dengan standarisasi Empat Unsur Alam sebagai syarat bakal dan ciri dimungkinkan dari kesiapan adanya Kehidupan ini.

Inilah yang dinamakan tahap fase awal Energi Syahbandar Kari Madi dalam proses pembentukan awal terciptanya Empat Unsur Alam atau kejadian Bumi.

Keempat Unsur Alam tersebut merupakan hasil proses yang ditimbulkan oleh adanya putaran Energi Alam, dimana Empat Unsur Alam ini sebagai standarisasi unsur pembentuk adanya Kehidupan, dimana pada awalnya proses penyempurnaannya berjalan secara evolusi dalam perjalanan kurun waktu yang sangat lama bahkan bisa dalam proses kejadian ratusan tahun atau ribuan abad.

Proses terciptanya Empat Unsur Dasar kejadian Alam (yaitu: Unsur Air, Unsur Api, Unsur Bumi/Tanah, Unsur Angin) merupakan fase proses kejadian awal, tahapan ini atau pada fase ini disebut dengan fase awal terjadinya bentuk atau wujud Energi Empat Unsur Alam, sebagai anasir atau wujud sifat Energi Kehidupan itu sendiri untuk menyatakan terhadap eksistensi keberadaannya.

Inilah yang dimaksud oleh Keilmuan Syahbandar Kari Madi.

Darimana asal-usul Energi itu sendiri?

Yaitulah Energi yang disebut Energi Nyawa yang jelas tidak ada yang mengetahuinya, dimana Energi itu sifatnya yang mengatur kita sampai saat ini barbar (bebas), ibarat Energi Nyawa datang membentuk Kehidupan, datang tidak diinginkan dan pergi tanpa bisa ditolak.

Inilah fase Energi Pembentukan Alam Bumi ini.

Kita tahu bahwa Energi ini secara realistis ada dan hidup aktif memberi kehidupan pada kita, dan Energi tersebut sebagai Pengendali Alam dan Kehidupan kita sampai detik ini, bahkan menjadi kebutuhan tetap bagi semua unsur Kehidupan ini.

Energi ini adalah Energi Nyawa atau yang disebut juga Energi Sang Yang Widhi Wase atau bisa disebut sebagai Energi Sir atau Energi Kehidupan (atau disebut sebagai batin Alam).

Jadi istilah apa saja yang terpenting kita ketahui bahwa Energi ini eksistensinya ada dan bersifat hidup membentuk kejadian Alam Bumi melalui proses kejadian Empat Unsur Alam dan yang memberi kehidupan kita dan yang lain di Bumi ini.

Kesimpulannya bahwa Energi inilah yang mengendalikan Hidup kita ini.

Kenapa disebut Energi Sang Yang Widhi Wase karena dalam pengertian kalimat bahasa mengandung arti (yaitu: Sang yang artinya Tinggi atau Dzat Hidup Luhur, Widhi artinya izin atau izin segala macam, dan Wase artinya Barbar atau tidak bisa diatur sebelumnya).

Sifat dari Energi itu adalah bebas dan kekal, yaitu tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, kalau kita sadari bahwa Energi ini sifatnya barbar (bersifat bebas), artinya Energi itu datang kepada kita tanpa bisa diatur sebelumnya atau tanpa bisa diminta dengan ritual terlebih dahulu, bahkan Energi itu datang dan pergi semaunya sendiri tanpa kita sadari dan tanpa bisa kita tolak atau dapat kita mengatur Dia.

Itulah fase Energi yang membentuk Alam ini, yaitu Energi yang membentuk kejadian Alam Bumi ini dengan seluruh unsur Kehidupan yang ada di dalam dan permukaan Bumi.

Karena di Alam ini kita ketahui hanya Alam Bumilah sebagai bukti selama ini, sebagai tempat adanya kehidupan yang paling mungkin dan paling sempurna dibandingkan dengan Alam yang ada pada planet-planet yang lain.

Jadi atas dasar terciptanya dan fakta akan keberadaan Alam Bumi ini dengan segala sifat kesempurnaan serta kondisi yang dimilikinya yaitu Energi Empat Unsur Alam sebagai dasar terciptanya Kehidupan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Alam Bumi merupakan satu-satunya planet yang ada dan dapat diunggulkan di Alam ini, daripada planet-planet yang lainnya dan dengan kepemilikan Bumi yang memiliki Empat Unsur Alam yang menjadi standar adanya atau terciptanya Kehidupan.

Apabila dibandingkan dengan yang ada di planet-planet lain yang hanya terdiri dari satu, dua, atau tiga unsur saja, maka Bumi akan sangat unggul dan tidak akan pernah bisa dimusnahkan oleh benda-benda Langit lainnya entah oleh yang disebut planet atau meteor dan lain sebagainya, karena memiliki kekuatan Energi dengan sifat yang sangat sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *